Work From Office (WFO) Adalah: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips agar Nyaman Bekerja di Kantor
Work From Office (WFO) merupakan salah satu sistem kerja yang banyak diterapkan oleh perusahaan di Indonesia. Dalam sistem ini, karyawan menjalankan pekerjaan secara langsung dari kantor sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan.
Istilah work from office semakin sering digunakan dalam dunia kerja, terutama sejak munculnya berbagai sistem kerja baru seperti Work From Home (WFH) dan hybrid working. Bagi pencari kerja, memahami perbedaan setiap sistem kerja menjadi hal penting sebelum melamar sebuah posisi.
Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu work from office, bagaimana sistem kerjanya, kelebihan dan kekurangannya, perbedaan WFO dengan WFH dan hybrid, serta tips agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja di kantor.
Apa Itu Work From Office?
Work From Office atau WFO adalah sistem kerja di mana karyawan bekerja secara langsung dari kantor atau tempat kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan.
Dalam sistem WFO, karyawan biasanya harus datang ke lokasi kerja sesuai dengan jadwal yang berlaku. Perusahaan dapat menentukan jam kerja, lokasi kerja, aturan kehadiran, serta prosedur operasional yang harus diikuti.
Contohnya, seorang karyawan memiliki jadwal kerja mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Karyawan tersebut harus hadir di kantor sebelum jam kerja dimulai dan menjalankan aktivitas pekerjaannya dari lokasi perusahaan.
Sistem WFO banyak digunakan pada perusahaan manufaktur, perbankan, rumah sakit, retail, pemerintahan, perusahaan jasa, dan berbagai industri lain yang membutuhkan kehadiran karyawan secara langsung.
Bagaimana Sistem Kerja WFO?
Setiap perusahaan dapat memiliki aturan WFO yang berbeda. Namun secara umum, sistem kerja WFO memiliki beberapa karakteristik berikut:
- Karyawan bekerja dari lokasi kantor perusahaan.
- Karyawan mengikuti jadwal kerja yang telah ditentukan.
- Kehadiran dapat dicatat menggunakan sistem absensi.
- Komunikasi dengan rekan kerja dapat dilakukan secara langsung.
- Meeting dapat dilakukan secara tatap muka.
- Karyawan mengikuti peraturan dan kebijakan perusahaan.
Beberapa perusahaan juga menerapkan sistem shift. Dalam sistem tersebut, karyawan bekerja berdasarkan jadwal tertentu yang dapat berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Contoh Pekerjaan yang Umumnya Menggunakan Sistem WFO
Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara remote. Beberapa jenis pekerjaan membutuhkan kehadiran fisik di lokasi kerja.
Contohnya:
- Operator produksi
- Staff administrasi
- Customer service
- Staff warehouse
- Teknisi
- Tenaga kesehatan
- Kasir
- Staff purchasing
- Staff HRD
- Supervisor produksi
- Sales lapangan
Untuk pekerjaan tertentu seperti programmer, designer, digital marketer, dan content writer, perusahaan dapat menerapkan WFO, WFH, maupun hybrid tergantung kebijakan perusahaan.
Kelebihan Work From Office
1. Komunikasi Lebih Mudah
Salah satu keuntungan bekerja di kantor adalah komunikasi secara langsung dengan rekan kerja. Ketika terdapat masalah atau pekerjaan yang membutuhkan koordinasi, karyawan dapat berdiskusi secara langsung tanpa harus menunggu balasan melalui aplikasi komunikasi.
Komunikasi tatap muka juga dapat membantu mempercepat proses koordinasi untuk pekerjaan yang membutuhkan kolaborasi.
2. Lebih Mudah Membangun Hubungan Profesional
Bekerja di kantor memberikan kesempatan bagi karyawan untuk bertemu dengan rekan kerja, atasan, maupun departemen lain secara langsung.
Interaksi tersebut dapat membantu membangun hubungan profesional dan memperluas jaringan di lingkungan kerja.
3. Batas antara Pekerjaan dan Kehidupan Pribadi Lebih Jelas
Bagi sebagian orang, bekerja di kantor membuat batas antara waktu kerja dan waktu pribadi menjadi lebih jelas.
Saat berada di kantor, fokus utama adalah menyelesaikan pekerjaan. Setelah jam kerja selesai dan perjalanan pulang dimulai, aktivitas pekerjaan dapat lebih mudah dipisahkan dari kehidupan pribadi.
4. Lingkungan Kerja Lebih Terstruktur
Kantor biasanya memiliki fasilitas dan lingkungan yang memang disiapkan untuk mendukung pekerjaan, seperti meja kerja, ruang meeting, jaringan internet, perangkat kerja, serta fasilitas lainnya.
5. Cocok untuk Karyawan yang Membutuhkan Interaksi Langsung
Tidak semua orang nyaman bekerja sendiri. Sebagian karyawan justru lebih produktif ketika dapat berinteraksi secara langsung dengan rekan kerja dan berada dalam lingkungan yang terstruktur.
Kekurangan Work From Office
Meskipun memiliki banyak keuntungan, sistem WFO juga memiliki beberapa tantangan.
1. Membutuhkan Waktu Perjalanan
Karyawan yang tinggal cukup jauh dari kantor perlu menyediakan waktu untuk perjalanan pergi dan pulang kerja.
Jika lokasi kantor berada di wilayah dengan tingkat kemacetan tinggi, perjalanan dapat menjadi salah satu tantangan utama.
2. Biaya Transportasi
Bekerja dari kantor dapat membuat karyawan memiliki pengeluaran tambahan untuk transportasi, makan, maupun kebutuhan lainnya selama berada di luar rumah.
3. Waktu yang Lebih Terikat
WFO biasanya memiliki jadwal kerja yang lebih terstruktur. Karyawan perlu menyesuaikan aktivitas pribadi dengan jadwal yang telah ditetapkan perusahaan.
4. Membutuhkan Adaptasi Lingkungan
Karyawan baru perlu beradaptasi dengan budaya kerja, aturan perusahaan, rekan kerja, atasan, serta lingkungan kantor.
Perbedaan WFO, WFH, dan Hybrid Working
Ketiga istilah ini sering muncul dalam lowongan kerja. Memahami perbedaannya dapat membantu pencari kerja memilih posisi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Work From Office (WFO)
Karyawan bekerja dari kantor secara langsung sesuai jadwal yang ditetapkan perusahaan.
Work From Home (WFH)
Karyawan menjalankan pekerjaan dari rumah atau lokasi lain yang diperbolehkan perusahaan tanpa harus datang ke kantor setiap hari.
Hybrid Working
Hybrid working menggabungkan sistem kerja dari kantor dan kerja dari lokasi lain, seperti rumah. Jadwalnya dapat berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan.
Contohnya, karyawan bekerja dari kantor selama tiga hari dan bekerja dari rumah selama dua hari dalam satu minggu.
Tabel Perbedaan WFO, WFH, dan Hybrid
| Sistem Kerja | Lokasi Kerja | Interaksi Tatap Muka | Fleksibilitas |
|---|---|---|---|
| WFO | Kantor | Tinggi | Lebih rendah |
| WFH | Rumah/lokasi lain | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Hybrid | Kantor dan lokasi lain | Sesuai jadwal | Sedang hingga tinggi |
Mana yang Lebih Baik, WFO, WFH, atau Hybrid?
Tidak ada satu sistem kerja yang selalu paling baik untuk semua orang. Pilihan terbaik tergantung pada jenis pekerjaan, kebutuhan perusahaan, karakter karyawan, lokasi tempat tinggal, dan preferensi masing-masing.
WFO dapat menjadi pilihan yang baik bagi orang yang menyukai interaksi langsung dan lingkungan kerja yang terstruktur.
WFH dapat memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pekerjaan yang dapat dilakukan secara remote.
Sementara itu, hybrid dapat menjadi pilihan bagi perusahaan dan karyawan yang ingin mendapatkan kombinasi antara fleksibilitas dan interaksi langsung.
Tips Nyaman Bekerja dengan Sistem WFO
1. Persiapkan Perjalanan
Jika lokasi kantor cukup jauh, perhitungkan waktu perjalanan agar tidak terlambat. Tentukan moda transportasi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
2. Datang Tepat Waktu
Kedisiplinan merupakan salah satu aspek penting dalam lingkungan kerja. Usahakan datang sebelum jam kerja dimulai agar memiliki waktu untuk mempersiapkan pekerjaan.
3. Kenali Budaya Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda. Amati cara berkomunikasi, aturan berpakaian, kebiasaan meeting, serta prosedur yang berlaku.
4. Bangun Hubungan Baik dengan Rekan Kerja
Hubungan profesional yang baik dapat membuat pekerjaan menjadi lebih nyaman. Tetap jaga komunikasi dan sikap saling menghargai.
5. Gunakan Waktu Istirahat dengan Baik
Gunakan waktu istirahat untuk makan, beristirahat, dan memulihkan energi sebelum kembali bekerja.
Tips bagi Fresh Graduate yang Baru Bekerja di Kantor
Bagi fresh graduate, pengalaman pertama bekerja di kantor mungkin terasa berbeda dengan kehidupan kuliah. Anda akan bertemu dengan berbagai karakter, aturan, dan tanggung jawab baru.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
- Datang tepat waktu.
- Jangan ragu bertanya jika belum memahami pekerjaan.
- Catat instruksi dari atasan.
- Pelajari prosedur kerja.
- Jaga komunikasi dengan rekan kerja.
- Hindari membawa masalah pribadi ke lingkungan kerja.
- Terima feedback dengan sikap terbuka.
- Terus belajar dan meningkatkan kemampuan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melamar Lowongan WFO
Sebelum mengirim lamaran, jangan hanya melihat posisi dan gaji. Perhatikan juga sistem kerja yang ditawarkan.
Beberapa informasi yang sebaiknya diperiksa:
- Lokasi kantor.
- Jam kerja.
- Hari kerja.
- Sistem shift jika ada.
- Fasilitas karyawan.
- Transportasi menuju kantor.
- Ketentuan lembur.
- Sistem kontrak kerja.
Dengan memahami informasi tersebut sejak awal, Anda dapat mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang WFO
Apakah WFO berarti harus bekerja di kantor setiap hari?
Tidak selalu. Istilah WFO umumnya menunjukkan bahwa pekerjaan dilakukan dari kantor, tetapi jumlah hari dan jadwalnya tetap mengikuti kebijakan masing-masing perusahaan.
Apakah WFO sama dengan kerja full time?
Tidak. WFO menjelaskan lokasi kerja, sedangkan full time menjelaskan pola atau jumlah jam kerja. Keduanya merupakan hal yang berbeda.
Apakah fresh graduate cocok bekerja dengan sistem WFO?
WFO dapat menjadi pengalaman yang baik bagi fresh graduate karena memberikan kesempatan untuk belajar secara langsung, berinteraksi dengan rekan kerja, dan memahami budaya perusahaan.
Apakah pekerjaan WFO selalu memiliki jam kerja 8 jam?
Tidak selalu. Jam kerja dapat berbeda berdasarkan perusahaan, industri, posisi, dan ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan
Work From Office atau WFO adalah sistem kerja di mana karyawan menjalankan pekerjaannya dari kantor atau lokasi kerja yang ditentukan perusahaan. Sistem ini memiliki kelebihan seperti komunikasi langsung, lingkungan kerja yang terstruktur, dan kesempatan membangun hubungan profesional.
Di sisi lain, WFO juga memiliki tantangan seperti waktu perjalanan, biaya transportasi, dan jadwal kerja yang lebih terikat.
Bagi pencari kerja, memahami sistem kerja merupakan bagian penting sebelum melamar sebuah lowongan. Jangan hanya mempertimbangkan jabatan dan gaji, tetapi perhatikan juga lokasi, jam kerja, sistem kontrak, serta pola kerja yang diterapkan perusahaan.
Dengan memahami karakteristik WFO, WFH, dan hybrid working, Anda dapat memilih peluang kerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan karier.
Temukan Lowongan Kerja yang Sesuai dengan Anda
Setelah memahami sistem kerja WFO, WFH, dan hybrid, langkah berikutnya adalah mencari lowongan yang sesuai dengan keahlian, pengalaman, lokasi, dan preferensi kerja Anda.
Gunakan informasi pada setiap lowongan secara cermat sebelum mengirimkan lamaran. Pastikan posisi, kualifikasi, lokasi, dan sistem kerja sesuai dengan yang Anda cari.
